TNews, JEMBER — Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Jember menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan sikap Bupati Jember, Gus Fawait, terhadap organisasi yang membesarkan dirinya. Di hadapan warga nahdliyin, Gus Fawait menekankan bahwa jabatan kepala daerah tidak mengubah identitasnya sebagai santri dan kader NU.
Gus Fawait menyebut dirinya tetap bagian dari NU meski kini berada di struktur pemerintahan. Ia menolak anggapan bahwa posisinya sebagai bupati membuatnya berjarak dengan organisasi keagamaan tersebut.
“Saya ini kader NU yang hari ini dipercaya menjadi bupati, bukan sebaliknya,” ucapnya disambut tepuk tangan jamaah.
Memasuki hampir satu tahun kepemimpinannya di Jember, Gus Fawait juga menyampaikan evaluasi terbuka terhadap jalannya pemerintahan. Ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pengelolaan birokrasi dan pelayanan publik.
Ia pun meminta dukungan doa dari para kiai, nyai, serta warga NU agar roda pemerintahan ke depan dapat berjalan lebih baik dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Masih ada banyak yang perlu dibenahi. Saya berharap empat tahun ke depan pengabdian kami bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menyoroti pentingnya kolaborasi antara NU dan pemerintah daerah, terutama dalam sektor pendidikan. Ia menyebut peningkatan kesejahteraan santri dan siswa sebagai salah satu prioritas yang sedang dikejar pemerintah kabupaten.
Menurutnya, program beasiswa bagi siswa dan santri se-Kabupaten Jember ditargetkan mulai terealisasi pada pertengahan tahun ini.
Tak hanya berbicara soal program, Gus Fawait juga membuka ruang kritik dari kalangan ulama. Ia meminta para kiai tidak ragu menegur apabila kebijakan pemerintah daerah dinilai menyimpang dari nilai ke-NU-an dan kesantrian.
“Kalau ada yang keliru, mohon ditegur. Itu bagian dari ikhtiar menjaga pemerintahan tetap berada di jalur yang benar,” katanya.
Menutup pernyataannya, Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk terus menjaga sinergi dengan NU, tidak hanya dalam pembangunan daerah, tetapi juga dalam merawat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.*
Peliput: And













